vima

Setup Menus in Admin Panel

Antisipasi Teknologi Internet Menghadapi Fenomena Leap Second

Fenomena leap second merupakan kejadian dimana waktu yang terjadi dalam sehari lebih lama dari 24 jam, dan hal inilah yang diperkirakan dapat menyebabkan kekacauan di berbagai bidang, khususnya yang berhubungan dengan teknologi internet.

Leap second atau detik kabisat kedua bukanlah merupakan kejadian alam biasa, tapi memang sengaja dibuat untuk menghilangkan selisih antara standar waktu internasional (UTC) dengan waktu rotasi bumi yang sebenarnya, karena satu hari tidak berlalu tepat dalam 24 jam.

Sama halnya dengan tahun kabisat, dimana setiap empat tahun sekali akan ditambahkan 1 hari lebih pada bulan Februari, demikian juga halnya dengan detik kabisat kedua. Penambahan 1 hari pada tahun kabisat terjadi karena waktu revolusi bumi mengelilingi matahari sebenarnya tidak tepat 365 hari, sehingga dilakukan penambahan 1 hari untuk penyesuian penanggalan dunia.

Kelompok ilmuwan ketepatan waktu Paris Observatory dan International Earth Rotation Service (IERS) mengungkapkan bahwa akan ada penambahan waktu yang akan terjadi pada tanggal 30 Juni 2015. Kesimpulan ini sejalan dengan hasil penelitian NASA, bahwa tepat pada tanggal tersebut, hari akan berakhir bukan pada pukul 23.59.59, melainkan pada 23.59.60. Tanggal 1 Juli 2015 sendiri tetap akan dimulai pada 00.00.00.

Bagaimana dengan perusahaan yang belum menyiapkan diri untuk terjadinya fenomena leap second ini, tentu akan terjadi kekacauan di dalam sistem yang berjalan.

Kekacauan ini dapat terjadi karena jaringan internet pada dasarnya mengandalkan satuan waktu yang tepat dan seragam agar jutaan komputer yang tergabung di dalamnya dapat saling berkomunikasi dengan baik. Update soal waktu disalurkan melalui network time protocol (NTP), nah disinilah letak masalahnya karena tidak semua sistem komputer memiliki interpretasi yang sama soal cara penambahan detik kabisat.

Sebagian sistem komputer ada yang menambah detik kabisat sebagai detik ke-60 (misalnya, bukan 00:00:00, melainkan 23:59:60), lainnya menghitung detik ke-59 sebanyak dua kali. Ada juga yang melewatinya begitu saja.

Beberapa sistem dan software, misalnya Linux dan MySQL, memiliki bug yang menyebabkannya eror ketika mendeteksi adanya ketidakseragaman waktu antar-sistem.

Hal demikian bisa menyebabkan beberapa kekacauan, seperti yang dilaporkan terjadi kali terakhir detik kabisat ditambahkan sebelumnya pada 2012 lalu.

Ketika itu, sejumlah layanan online seperti Reddit, LinkedIn, dan Instagram mengalami masalah, sementara sistem maskapai Qantas mengalami crash sehingga registrasi para penumpang terpaksa dilakukan secara manual.

Menyikapi fenomena leap second pada tahun ini, perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan teknologi penyedia layanan berbasis internet mengklaim telah siap menghadapinya.

Sebut saja Google yang mengaku telah melakukan penyesuaian waktu jam atom sejak tahun 2014 lalu, dengan teknologi ini maka sistem komputasi Google tidak akan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan lompatan detik kabisat (leap second). Teknologi yang dimiliki Google ini disebut juga “leap smear”.

Cara lain untuk menghindari masalah yang akan timbul dari kejadian leap second ini adalah dengan mematikan sistem komputer selama 1 atau 2 jam di area waktu akan terjadinya leap second.

0 Responses on Antisipasi Teknologi Internet Menghadapi Fenomena Leap Second"

Leave a Message

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copyright © 2010 - 2014 Jafam-ICT